• MIS TARBIYATUL BANIN
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

Ketika Rasa Suka Bertemu Ketekunan: Athaya Buktikan Matematika yang Dicintainya Bisa Membawa Prestasi hingga Tingkat Provinsi

PATI — Tidak semua prestasi besar bermula dari ambisi untuk menjadi juara. Kadang, ia tumbuh dari sesuatu yang jauh lebih sederhana: rasa suka.

Itulah yang tergambar dari perjalanan Athaya Naufalyn Queenie Farzana, siswi MI Tarbiyatul Banin, yang berhasil mengukir prestasi dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 bidang Matematika.

Athaya sukses meraih Juara 3 OMI Tingkat Kabupaten/Kota sekaligus memastikan langkahnya melaju ke Tingkat Provinsi.

Namun, di balik angka, medali, dan status lolos ke tingkat berikutnya, ada sebuah cerita yang jauh lebih menarik untuk disimak.

Berawal dari Pelajaran yang Memang Ia Sukai

Bagi sebagian siswa, matematika mungkin identik dengan angka, rumus, dan soal-soal yang membutuhkan ketelitian ekstra. Namun bagi Athaya, matematika justru menjadi salah satu pelajaran yang ia nikmati.

Ketertarikan itu bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba ketika OMI akan digelar. Jauh sebelum namanya tercatat sebagai salah satu peraih juara, matematika memang telah menjadi salah satu pelajaran favoritnya.

Rasa suka tersebut kemudian bertemu dengan kemampuan akademiknya. Athaya dikenal sebagai siswa yang mampu mempertahankan prestasi akademik dan secara konsisten berada di jajaran tiga besar kelas.

Di sinilah cerita prestasi Athaya menjadi menarik.

Sebab, ia tidak sedang membuktikan bahwa seorang anak harus menyukai semua hal untuk bisa berprestasi. Justru sebaliknya, ketika seorang anak menemukan sesuatu yang benar-benar ia sukai, kemudian mendapatkan ruang untuk mengembangkan dan menekuninya, potensi itu dapat tumbuh menjadi kekuatan.

Matematika yang awalnya hanya menjadi pelajaran favorit, perlahan menjadi bidang yang membawanya melangkah lebih jauh.

Prestasi Tidak Datang Sendiri

Menjadi juara tentu bukan sekadar perkara mengerjakan soal pada hari perlombaan.

Ada proses belajar, latihan, pembiasaan menghadapi soal, ketelitian, keberanian berkompetisi, hingga kesiapan mental ketika berhadapan dengan peserta lain yang sama-sama memiliki kemampuan.

Di titik inilah perjuangan Athaya patut diapresiasi.

Juara 3 Kabupaten/Kota bukanlah garis akhir, melainkan hasil dari proses yang telah ia jalani sekaligus pintu menuju tantangan yang lebih besar di tingkat provinsi.

Dan di balik perjalanan seorang anak, selalu ada orang-orang yang ikut berjalan bersamanya.

Dukungan orang tua menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Athaya. Memberikan ruang bagi anak untuk berkembang, mendukung proses belajarnya, sekaligus terus memberikan kepercayaan ketika anak berhadapan dengan tantangan merupakan bentuk dukungan yang mungkin tidak selalu terlihat dalam sebuah foto kemenangan, tetapi sangat terasa dalam perjalanan menuju kemenangan itu sendiri.

Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, tetapi Tempat Potensi Menemukan Jalannya

Prestasi Athaya juga menjadi gambaran tentang pentingnya lingkungan pendidikan dalam menemukan dan mengembangkan potensi setiap anak.

Sekolah tidak hanya hadir untuk menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memiliki peran untuk melihat potensi, memberikan kesempatan, memfasilitasi, dan mendorong siswa agar berani membawa kemampuannya ke ruang yang lebih luas.

Ketika minat seorang anak bertemu dengan dukungan guru, fasilitas sekolah, dorongan keluarga, dan kemauan untuk terus belajar, di situlah potensi memiliki kesempatan untuk berubah menjadi prestasi.

OMI menjadi salah satu ruang bagi Athaya untuk membuktikan kemampuannya. Dan keberhasilannya melaju ke tingkat provinsi menjadi bukti bahwa potensi siswa akan semakin berarti ketika mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

Kepala Madrasah: Prestasi Harus Menjadi Penyemangat, Bukan Beban

Kepala MI Tarbiyatul Banin, Bapak H. Dhfir Maqoshid S.Ag.,M.Pd.I menyampaikan apresiasi atas pencapaian Athaya. Menurutnya, prestasi tersebut bukan hanya membanggakan bagi madrasah, tetapi juga menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang apabila didukung dan diarahkan dengan baik.

“Kami tentu sangat bangga atas prestasi yang diraih Athaya. Yang paling penting bukan hanya hasil akhirnya sebagai Juara 3, tetapi proses yang sudah dilalui. Athaya memiliki ketertarikan pada matematika, kemudian ketertarikan itu terus diasah hingga mampu menghasilkan prestasi. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa sesuatu yang disukai, ketika ditekuni dengan sungguh-sungguh, dapat berkembang menjadi kemampuan dan prestasi,” ungkapnya.

Ia juga berharap keberhasilan Athaya dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk tidak takut mengenali potensi diri dan mencoba berbagai kesempatan yang tersedia.

“Kami ingin anak-anak tidak merasa bahwa prestasi hanya milik mereka yang dianggap pintar. Setiap anak mempunyai kelebihan masing-masing. Tugas sekolah dan orang tua adalah membantu anak menemukan kelebihannya, kemudian memberikan ruang agar kelebihan itu berkembang. Kami akan terus berupaya memberikan fasilitas dan dukungan bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya,” lanjutnya.

Satu Hal yang Bisa Dipelajari dari Athaya

Ada pesan sederhana yang justru menjadi bagian paling penting dari kisah ini.

Tidak semua anak harus hebat dalam hal yang sama.

Ada anak yang bersinar lewat olahraga. Ada yang menemukan dunianya dalam seni. Ada yang kuat dalam bahasa, teknologi, organisasi, atau bidang lainnya.

Athaya menemukan salah satu ruangnya melalui matematika.

Ia menyukai matematika. Ia terus belajar. Ia mendapatkan dukungan. Ia diberi kesempatan. Dan hari ini, rasa suka itu telah berbuah menjadi sebuah pencapaian.

Maka, prestasi Athaya bukan hanya tentang sebuah medali Juara 3 OMI Tingkat Kabupaten/Kota.

Lebih dari itu, prestasi ini adalah pengingat bahwa minat yang sederhana bisa menjadi sesuatu yang luar biasa ketika dipertemukan dengan ketekunan.

Karena terkadang, yang dibutuhkan seorang anak bukanlah dipaksa menjadi hebat dalam segala hal.

Cukup bantu ia menemukan apa yang ia cintai, beri ruang untuk bertumbuh, dampingi prosesnya, dan biarkan ketekunan melakukan sisanya.

Hari ini Athaya melangkah ke Tingkat Provinsi.

Perjalanannya belum selesai.

Justru, babak berikutnya baru dimulai.

Selamat dan sukses, Athaya Naufalyn Queenie Farzana.Teruslah menyukai apa yang kamu kerjakan, teruslah belajar, dan teruslah bertumbuh. Sebab prestasi terbaik bukan selalu tentang seberapa tinggi kita berdiri di podium, tetapi tentang seberapa jauh kita berkembang dari diri kita yang kemarin.

MI Tarbiyatul Banin bangga.

Hari ini satu anak melangkah lebih jauh, dan semoga langkahnya menjadi inspirasi bagi banyak anak lainnya.

Komentar

Selamat terus belajar dan raih juara provinsi

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
DARI LOMBA HINGGA SHOLAWAT BERJANJEN

Ketika Maulid Nabi Dikemas Seru, Kreatif, dan Dekat dengan Dunia Generasi Masa Kini “Di tengah dunia Gen Alpha yang tumbuh bersama teknologi, video pendek, games, dan beragam tre

26/08/2026 08:47 - Oleh Admin - Dilihat 221 kali
Semarak Hari Pramuka ke-65 di MI Tarbiyatul Banin Pekalongan: Menanamkan Jiwa Patriot, Disiplin, dan Semangat Berkarya Menuju Indonesia Emas

Pekalongan, 14 Agustus 2026 - Nuansa penuh semangat dan kebersamaan tampak di lingkungan MI Tarbiyatul Banin Pekalongan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kepe

15/08/2026 15:15 - Oleh Admin - Dilihat 78 kali
Dari Latihan hingga Podium Juara: Aldric Wildan Abqory, Kebanggaan Baru MI Tarbiyatul Banin Pekalongan

PEKALONGAN, 9 Agustus 2026 - Ada rasa bangga yang sulit dijelaskan ketika melihat seorang anak berdiri di podium dengan medali emas di dadanya. Bukan semata-mata karena ia berhasil me

10/08/2026 11:01 - Oleh Admin - Dilihat 250 kali
Semangat Pagi Perdana: Mengawali Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal di MI Tarbiyatul Banin

Gerbang Evaluasi Akhir Semester Hari yang dinantikan telah tiba. Lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tarbiyatul Banin Pekalongan, Winong, Pati pada Senin pagi di awal bulan Desember di

01/12/2025 10:45 - Oleh Admin - Dilihat 489 kali
Skak Mat Dengan Gaya! MI Tarbiyatul Banin Geser Standar Madrasah Biasa!!

Siap-Siap Viral! MI Tarbiyatul Banin dan Juara Catur Cilik yang Bikin Netizen Melirik! Pekalongan, 2 Agustus 2025 - Suasana di MI Tarbiyatul Banin beda dari biasanya. Bukan cuma karena

04/08/2025 12:53 - Oleh Admin - Dilihat 1335 kali
MI Tarbiyatul Banin Jadi Arena “Perang Otak” Liga Catur Junior Pati Series 3! Total 88 Peserta Adu Strategi di Papan 64 Bidak!

MI Tarbiyatul Banin Jadi Arena “Perang Otak” Liga Catur Junior Pati Series 3! Total 88 Peserta Adu Strategi di Papan 64 Bidak! Pecatur Cilik Tumplek Blekk di Pekalongan! Ha

02/08/2025 20:09 - Oleh Admin - Dilihat 1026 kali
GUNCANG PANGGUNG NASIONAL!

Dari Ruang Kelas ke Panggung Nasional: AILA ZHAFIRA BUKTIKAN SISWI MI BISA MENDUNIA!! AILA ZHAFIRA JUARA 3 PENCAK SILAT TINGKAT NASIONAL! “Bintang tak hanya bersinar di langit

14/07/2025 19:27 - Oleh Admin - Dilihat 1157 kali
Siswa MI Tarbiyatul Banin Borong Medali di Muria Raya Open II

Pati, 28 Desember 2024 – Tim Pencak silat MI Tarbiyatul Banin kembali mengharumkan nama madrasah. Pada ajang Muria Raya Open II yang berlangsung pada tanggal 26-28 Desember 2024

30/12/2024 14:20 - Oleh Admin - Dilihat 929 kali
Pengabdian Tanpa Henti, Meniti Karir dengan Hati di MI Tarbiyatul Banin Pekalongan

mitarbiyatulbanin.sch.id - (Sabtu, 21/12/2024) - Di tengah keramaian dunia yang terus bergerak cepat, ada sosok yang diam-diam mengukir jejak yang mendalam di hati banyak orang. Belia

23/12/2024 19:35 - Oleh Admin - Dilihat 991 kali
Aila dan Afiqah, Bintang Kecil dari Tarbiyatul Banin Bersinar di Kejurnas Pencak Silat

Semarang – Kejurnas Semarang Pencak Silat Open Championship 2024 yang baru saja usai menyisakan cerita manis bagi Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Banin. Dua siswinya, Aila Zhafir

23/12/2024 14:03 - Oleh Admin - Dilihat 988 kali