Semarak Hari Pramuka ke-65 di MI Tarbiyatul Banin Pekalongan: Menanamkan Jiwa Patriot, Disiplin, dan Semangat Berkarya Menuju Indonesia Emas
Pekalongan, 14 Agustus 2026 - Nuansa penuh semangat dan kebersamaan tampak di lingkungan MI Tarbiyatul Banin Pekalongan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengenakan seragam Pramuka sebagai wujud kebersamaan dalam memperingati Hari Pramuka ke-65.

Upacara peringatan Hari Pramuka berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat. Tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali menghidupkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya nilai kedisiplinan, tanggung jawab, patriotisme, gotong royong, kepemimpinan, kemandirian, dan cinta tanah air.
Yang membuat peringatan tahun ini semakin istimewa, seluruh petugas upacara berasal dari siswa kelas V MI Tarbiyatul Banin Pekalongan. Para siswa mendapat kepercayaan untuk mengambil berbagai peran dalam pelaksanaan upacara. Mereka tampil dengan penuh percaya diri, disiplin, dan tanggung jawab di hadapan seluruh warga madrasah.
Kepercayaan tersebut bukan sekadar memberikan kesempatan kepada siswa untuk tampil di depan. Di balik setiap tugas terdapat proses pendidikan karakter. Siswa belajar mempersiapkan diri, mematuhi aturan, bekerja sama, berani mengambil tanggung jawab, serta memberikan yang terbaik untuk keberhasilan kegiatan bersama.
Amanat Kamabigus: Mengenal Sejarah dan Menghidupkan Jiwa Patriot Pramuka
Salah satu bagian penting dalam upacara adalah amanat yang disampaikan oleh Pembina Upacara sekaligus Kamabigus MI Tarbiyatul Banin Pekalongan, Bapak H. Dhofir ,Maqoshid, S.Ag., M.Pd.I.
Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh peserta upacara untuk memahami kembali sejarah lahirnya Gerakan Pramuka sekaligus memaknai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Gerakan Pramuka bukanlah organisasi yang hadir tanpa sejarah. Secara resmi, Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia pada 14 Agustus 1961 dalam sebuah upacara di halaman Istana Negara. Momentum tersebut kemudian menjadi dasar ditetapkannya 14 Agustus sebagai Hari Pramuka.
Kata Pramuka sendiri merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang berarti orang muda yang suka berkarya. Makna tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda tidak hanya dituntut untuk memiliki pengetahuan, tetapi juga harus mampu berkarya, memberikan manfaat, dan mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.
Dalam amanatnya, Kamabigus juga menekankan pentingnya memiliki sikap patriot sebagai seorang Pramuka.
Patriotisme tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Bagi seorang pelajar, sikap patriot dapat dimulai dari hal-hal sederhana: menghormati guru dan orang tua, menaati peraturan, belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, membantu sesama, menjaga lingkungan, menghargai jasa para pahlawan, serta menggunakan kesempatan belajar untuk mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa.
Sikap patriot juga berarti memiliki keberanian untuk melakukan hal yang benar, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, serta memiliki rasa bangga terhadap bangsa dan negara.
Hal tersebut sejalan dengan tujuan Gerakan Pramuka yang menempatkan pembentukan pribadi beriman, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, disiplin, taat hukum, menjunjung nilai luhur bangsa, serta memiliki kecakapan hidup sebagai bagian penting dari pendidikan kepramukaan.
Menghayati Tema Hari Pramuka ke-65
Peringatan Hari Pramuka tahun ini membawa semangat yang sangat relevan dengan tantangan bangsa ke depan.
Tema Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 adalah:
“Melalui Gerakan Pramuka, Mari Kita Persiapkan Generasi Muda Menjadi Garda Terdepan untuk Bersama-sama Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Tema tersebut tidak hanya berbicara mengenai masa depan organisasi Pramuka, tetapi juga mengandung pesan besar tentang bagaimana generasi muda dipersiapkan untuk mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sendiri menempatkan momentum Hari Pramuka ke-65 sebagai bagian dari langkah menuju Indonesia Emas 2045, dengan semangat memperkuat peran generasi muda dan organisasi dalam menghadapi tantangan bangsa.
Bahkan, semangat swasembada pangan menjadi salah satu isu penting dalam kegiatan kepramukaan tahun 2026. Hal ini terlihat dari penyelenggaraan Jambore Nasional XII yang juga mengusung semangat swasembada pangan sebagai bagian dari pembelajaran dan pengembangan kreativitas generasi muda.
Bagi siswa madrasah, semangat tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Belajar menghargai makanan.
Tidak menyia-nyiakan makanan.
Menjaga kebersihan lingkungan.
Mengenal pentingnya pertanian dan sumber pangan.
Menghargai para petani.
Belajar hidup mandiri.
Serta tumbuh menjadi generasi yang memiliki keterampilan dan kreativitas untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Dengan demikian, cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 bukanlah sesuatu yang hanya dimulai ketika anak-anak telah dewasa. Persiapannya justru dimulai sejak sekarang—dari sekolah, dari rumah, dan dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
Dari Lapangan Upacara, Belajar Menjadi Pemimpin
Penampilan siswa kelas V sebagai petugas upacara menjadi gambaran nyata bagaimana pendidikan karakter dapat diberikan melalui pengalaman.
Seorang pemimpin upacara belajar untuk tegas dan bertanggung jawab.
Petugas pengibar bendera belajar tentang kedisiplinan dan kekompakan.
Pembawa acara belajar tentang keberanian dan kemampuan berkomunikasi.
Petugas pembaca teks belajar tentang ketelitian dan kepercayaan diri.
Dan seluruh petugas belajar bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak dapat dicapai seorang diri.
Semua membutuhkan kerja sama.
Semua membutuhkan kedisiplinan.
Semua membutuhkan tanggung jawab.
Di sinilah nilai pendidikan kepramukaan terasa begitu kuat. Anak-anak tidak hanya diberi tahu tentang arti tanggung jawab, tetapi diberi kesempatan untuk mengalami sendiri bagaimana rasanya memegang sebuah tanggung jawab.
Tidak hanya diajarkan tentang kepemimpinan, tetapi diberikan ruang untuk belajar memimpin.
Tidak hanya diminta untuk berani, tetapi diberi kesempatan untuk berdiri dan tampil di hadapan orang lain.
Seragam Pramuka Menyatukan Semangat Warga Madrasah
Pagi itu, seragam Pramuka tidak hanya menjadi pakaian yang dikenakan dalam rangka memperingati Hari Pramuka. Seragam tersebut menjadi simbol kebersamaan seluruh warga MI Tarbiyatul Banin Pekalongan.
Siswa mengenakannya.
Guru mengenakannya.
Pembina mengenakannya.
Semua berada dalam satu suasana dan semangat yang sama.
Hal tersebut menjadi pesan sederhana bahwa pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama. Anak-anak membutuhkan contoh, pendampingan, dan keteladanan dari orang-orang dewasa di sekitarnya.
Nilai-nilai Pramuka akan semakin bermakna apabila tidak hanya disampaikan kepada siswa, tetapi juga dicontohkan oleh para guru dan pembina dalam kehidupan sehari-hari.
Karena seorang Pramuka belajar bukan hanya dari apa yang didengar, tetapi juga dari apa yang dilihat dan dialaminya.
Video Ucapan: Salam Hangat dari Keluarga Besar Pramuka MI Tarbiyatul Banin
Semarak peringatan Hari Pramuka ke-65 juga semakin terasa melalui video ucapan Selamat Hari Pramuka yang dibuat oleh keluarga besar MI Tarbiyatul Banin Pekalongan.
Video tersebut melibatkan Kamabigus, para pembina, serta anggota pangkalan MI Tarbiyatul Banin Pekalongan sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi terhadap momentum Hari Pramuka.
Pesan yang disampaikan bukan sekadar ucapan selamat, tetapi menjadi simbol bahwa semangat kepramukaan hidup bersama seluruh warga madrasah.
Dari Kamabigus, hadir keteladanan dan arah pembinaan.
Dari para pembina, hadir pendampingan dan semangat untuk terus membimbing.
Dari para anggota pangkalan, hadir energi generasi muda yang siap belajar, berkarya, dan mengambil peran.
Semuanya berpadu dalam satu semangat:
Salam Pramuka!
Menjadi Pramuka Bukan Hanya Saat Mengenakan Seragam
Pada akhirnya, peringatan Hari Pramuka bukan tentang seberapa lengkap seragam yang dikenakan, seberapa rapi barisan yang dibuat, atau seberapa meriah sebuah upacara dilaksanakan.
Semua itu hanyalah bagian dari sebuah proses yang lebih besar.
Menjadi Pramuka berarti belajar menjadi manusia yang lebih baik.
Belajar disiplin ketika tidak ada yang mengawasi.
Belajar bertanggung jawab ketika mendapatkan amanah.
Belajar membantu ketika orang lain membutuhkan.
Belajar bekerja sama ketika menghadapi kesulitan.
Belajar berani ketika harus tampil di depan.
Belajar mandiri ketika harus menyelesaikan persoalan.
Dan belajar mencintai tanah air melalui tindakan nyata.
Karena itu, semangat Hari Pramuka ke-65 hendaknya tidak berhenti ketika upacara selesai dan seragam kembali disimpan di lemari.
Semangat itu harus dibawa ke ruang kelas.
Dibawa ke rumah.
Dibawa ke lingkungan masyarakat.
Dan yang paling penting, dibawa dalam setiap langkah kehidupan para siswa sebagai generasi penerus bangsa.
Bersama Menyiapkan Generasi Emas
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di MI Tarbiyatul Banin Pekalongan menjadi pengingat bahwa generasi masa depan sedang tumbuh di sekitar kita.
Mereka adalah anak-anak yang hari ini belajar berbaris.
Mereka adalah anak-anak yang hari ini belajar memimpin.
Mereka adalah anak-anak yang hari ini belajar bertanggung jawab.
Mereka adalah anak-anak yang hari ini belajar mencintai bangsa dan negaranya.
Dan suatu hari nanti, mereka akan menjadi bagian dari generasi yang menentukan arah perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Maka, mari terus menanamkan nilai-nilai kepramukaan sejak dini. Membentuk anak-anak yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat karakternya; bukan hanya mampu bersaing, tetapi juga mampu bekerja sama; bukan hanya berani bermimpi, tetapi juga berani berkarya.
Sebab Praja Muda Karana adalah orang muda yang suka berkarya.
Dan dari madrasah inilah, semangat itu terus kita tumbuhkan.
Selamat Hari Pramuka ke-65!
Melalui Gerakan Pramuka, mari kita persiapkan generasi muda menjadi garda terdepan untuk bersama-sama memantapkan langkah organisasi, mendukung swasembada pangan, dan menyongsong Indonesia Emas 2045.
Salam Pramuka! ????️
Bersatu, berkarya, berkarakter, dan siap mengabdi untuk Indonesia.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Dari Latihan hingga Podium Juara: Aldric Wildan Abqory, Kebanggaan Baru MI Tarbiyatul Banin Pekalongan
PEKALONGAN, 9 Agustus 2026 - Ada rasa bangga yang sulit dijelaskan ketika melihat seorang anak berdiri di podium dengan medali emas di dadanya. Bukan semata-mata karena ia berhasil me
Semangat Pagi Perdana: Mengawali Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal di MI Tarbiyatul Banin
Gerbang Evaluasi Akhir Semester Hari yang dinantikan telah tiba. Lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tarbiyatul Banin Pekalongan, Winong, Pati pada Senin pagi di awal bulan Desember di
Skak Mat Dengan Gaya! MI Tarbiyatul Banin Geser Standar Madrasah Biasa!!
Siap-Siap Viral! MI Tarbiyatul Banin dan Juara Catur Cilik yang Bikin Netizen Melirik! Pekalongan, 2 Agustus 2025 - Suasana di MI Tarbiyatul Banin beda dari biasanya. Bukan cuma karena
MI Tarbiyatul Banin Jadi Arena “Perang Otak” Liga Catur Junior Pati Series 3! Total 88 Peserta Adu Strategi di Papan 64 Bidak!
MI Tarbiyatul Banin Jadi Arena “Perang Otak” Liga Catur Junior Pati Series 3! Total 88 Peserta Adu Strategi di Papan 64 Bidak! Pecatur Cilik Tumplek Blekk di Pekalongan! Ha
GUNCANG PANGGUNG NASIONAL!
Dari Ruang Kelas ke Panggung Nasional: AILA ZHAFIRA BUKTIKAN SISWI MI BISA MENDUNIA!! AILA ZHAFIRA JUARA 3 PENCAK SILAT TINGKAT NASIONAL! “Bintang tak hanya bersinar di langit
Siswa MI Tarbiyatul Banin Borong Medali di Muria Raya Open II
Pati, 28 Desember 2024 – Tim Pencak silat MI Tarbiyatul Banin kembali mengharumkan nama madrasah. Pada ajang Muria Raya Open II yang berlangsung pada tanggal 26-28 Desember 2024
Pengabdian Tanpa Henti, Meniti Karir dengan Hati di MI Tarbiyatul Banin Pekalongan
mitarbiyatulbanin.sch.id - (Sabtu, 21/12/2024) - Di tengah keramaian dunia yang terus bergerak cepat, ada sosok yang diam-diam mengukir jejak yang mendalam di hati banyak orang. Belia
Aila dan Afiqah, Bintang Kecil dari Tarbiyatul Banin Bersinar di Kejurnas Pencak Silat
Semarang – Kejurnas Semarang Pencak Silat Open Championship 2024 yang baru saja usai menyisakan cerita manis bagi Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Banin. Dua siswinya, Aila Zhafir
Muhammad Shaquel El Fathan: Juara 2 Robotik Nasional, Harumkan MI Tarbiyatul Banin
Jepara, 17 Desember 2024 – Muhammad Shaquel El Fathan, nama yang patut dibanggakan. Siswa berbakat ini berhasil meraih juara 2 dalam kategori Brickspeed pada ajang kompetisi rob
"Hari Guru Nasional: Menyampaikan Terima Kasih kepada Pahlawan Pendidikan yang Tanpa Henti Berjuang"
Menjaga Warisan Pendidikan dengan Pengabdian dan Cinta Tanpa Batas mitarbiyatulbanin.sch.id, Pekalongan (25/11/1014) - Setiap tanggal 25 November, kita memperingati Hari Guru Na

