• MIS TARBIYATUL BANIN
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

DARI LOMBA HINGGA SHOLAWAT BERJANJEN

Ketika Maulid Nabi Dikemas Seru, Kreatif, dan Dekat dengan Dunia Generasi Masa Kini

“Di tengah dunia Gen Alpha yang tumbuh bersama teknologi, video pendek, games, dan beragam tren digital, MI Tarbiyatul Banin Pekalongan menghadirkan Maulid Nabi dengan cara yang dekat dengan dunia mereka: seru, interaktif, kreatif, tetapi tetap sarat nilai keislaman.”

Pekalongan — Bagaimana cara membuat anak-anak zaman sekarang semakin mengenal Rasulullah Muhammad SAW?

Apakah cukup dengan bercerita tentang sejarah beliau?

Atau cukup dengan meminta mereka menghafalkan nama-nama sahabat dan peristiwa kenabian?

Ternyata tidak selalu begitu.

Anak-anak perlu mengalami proses belajar yang dekat dengan dunia mereka.

Ada permainan.

Ada kompetisi.

Ada tawa.

Ada kreativitas.

Ada keberanian tampil.

Ada sholawat.

Ada cerita.

Ada kuis.

Dan tentu saja, ada pesan-pesan keteladanan yang perlahan ditanamkan ke dalam hati.

Itulah semangat yang hadir dalam rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di MI Tarbiyatul Banin Pekalongan.

Bukan sekadar acara tahunan.

Bukan sekadar lomba.

Bukan sekadar seremonial.

Melainkan sebuah ikhtiar madrasah untuk menghadirkan cara yang lebih dekat, lebih menyenangkan, dan lebih relevan bagi generasi masa kini untuk mengenal sosok manusia paling mulia: Rasulullah Muhammad SAW.

MAULID YANG TIDAK BERHENTI PADA SEREMONI

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan agenda yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun di MI Tarbiyatul Banin Pekalongan.

Namun setiap tahun, semangatnya tetap sama:

Bagaimana agar anak-anak tidak hanya tahu bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah, tetapi benar-benar mengenal siapa beliau, mencintai beliau, dan berusaha meneladani akhlaknya.

Sebab bagi anak-anak hari ini, mengenal Nabi bukan hanya soal menghafal kapan beliau lahir atau siapa nama orang tua beliau.

Mereka perlu mengenal Rasulullah sebagai sosok yang jujur, amanah, penyayang, sabar, berani, sederhana, peduli kepada sesama, dan memiliki akhlak yang begitu luhur.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu...”

(QS. Al-Ahzab: 21)

Karena itu, memperingati Maulid seharusnya tidak berhenti pada rasa gembira memperingati kelahiran Rasulullah.

Ada pertanyaan yang jauh lebih penting:

“Setelah mengenal Rasulullah, apa yang berubah dari diri kita?”

Inilah ruh yang ingin dihidupkan melalui kegiatan Maulid di MI Tarbiyatul Banin Pekalongan.

SABTU, 22 AGUSTUS: MADRASAH BERUBAH JADI ARENA AKSI!

Sabtu, 22 Agustus 2026, MI Tarbiyatul Banin Pekalongan benar-benar full mode kompetisi!

Ada yang adu cepat dalam Estafet Rukun Islam dan Rukun Iman, ada yang berpacu menyusun 28 huruf hijaiyah dari Alif sampai Ya, dan ada pula yang harus bertahan dari satu hal yang kelihatannya sepele tapi ternyata bikin susah: jangan ketawa!

Belum selesai.

Jembatan Kardus menguji keseimbangan dan kekompakan tim. Voli Sarung Balon Air menguji koordinasi karena salah timing sedikit, siap-siap BYURR!

Yang lebih kalem tapi tetap penuh kreativitas? Ada Kaligrafi Surah Al-Kautsar, saat goresan huruf, warna, dan keindahan bertemu dalam satu karya.

Panggung juga nggak kalah ramai lewat Sholawat Antar Kelas. Suara anak-anak bergema, dari Bocah Cilik-Cilik hingga Alamate Anak Sholeh. Ada yang tampil penuh percaya diri, ada yang awalnya malu-malu, lalu begitu pegang mikrofon…

AUTO BERSINAR!

Sementara itu, para jagoan pengetahuan bertarung di LCC Islami. SKI, Fikih, Al-Qur'an Hadits, Akidah Akhlak, semuanya masuk arena. Bel berbunyi, tangan meluncur, jawaban harus tepat.

Dan untuk Sambung Ayat, hafalan benar-benar diuji. Bukan cuma lancar melanjutkan ayat, tetapi juga tajwid, tahfidz, adab, dan fashahah.

Singkatnya, Sabtu itu madrasah bukan cuma ramai.

Ada yang lari.
Ada yang mikir.
Ada yang berkarya.
Ada yang bersholawat.
Ada yang deg-degan.
Ada yang bikin penonton ketawa.

Tapi di balik semua keseruannya, satu hal tetap sama:

anak-anak belajar agama dengan cara yang mereka nikmati.

Karena ternyata belajar nilai-nilai Islam tidak harus selalu serius dan kaku.

Bisa seru. Bisa kompetitif. Bisa kreatif. Dan tetap penuh makna.

LOMBA SELESAI, TAPI CERITANYA BELUM SELESAI…

Karena Senin, 24 Agustus 2026, menjadi hari yang ditunggu-tunggu:

THE WINNERS ARE HERE!

Setelah Sabtu kemarin arena lomba penuh aksi, Senin, 24 Agustus 2026, giliran para juara mengambil spotlight!

Satu per satu nama pemenang dipanggil ke depan.

Tepuk tangan pecah. Kamera siap. Senyum terbaik keluar.

Piagam dan hadiah pun resmi berpindah tangan.

Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Kepala MI Tarbiyatul Banin Pekalongan, Bapak H. Dhofir Maqoshid, S.Ag., M.Pd.I.

Dari lomba yang penuh strategi, adrenalin, kreativitas, sampai kekompakan, akhirnya lahir para pemenang dari setiap kategori.

Dan tentu saja, selamat untuk seluruh juara!

Tapi satu hal yang juga keren: setiap peserta sudah berani turun ke arena, tampil, mencoba, dan memberikan yang terbaik.

Menang? Gas.
Belum menang? Keep going.
Yang penting, pengalaman bertandingnya sudah naik level!

DARI RIUH LOMBA, LANJUT KE BEAT SHOLAWAT!

Setelah para juara menerima hadiah, suasana belum benar-benar turun tempo.

Justru panggung kembali ON!

Sebelum masuk ke sesi Sholawat Berjanjen, giliran Ekstrakurikuler Rebana MI Tarbiyatul Banin Pekalongan yang mengambil alih panggung.

Tabuhan rebana mulai terdengar.

Lalu lantunan sholawat menyusul dan suasana pun langsung berubah.

Bukan lagi adrenalin pertandingan, tapi vibes Islami yang tetap fresh dan penuh energi.

Anak-anak tampil dengan percaya diri, menunjukkan bahwa rebana bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler.

Ini juga ruang untuk belajar seni, tampil berani, kompak dalam bermusik, sekaligus menghadirkan sholawat dengan cara yang dekat dengan generasi mereka.

Dan ternyata, syiar Islam juga bisa punya stage presence.

JUARA 1 SHOLAWAT KEMBALI NAIK PANGGUNG!

Belum selesai.

Setelah penampilan rebana, giliran siswa peraih Juara 1 Lomba Sholawat Antar Kelas pada Sabtu, 22 Agustus 2026, yang kembali tampil.

Kalau Sabtu mereka tampil untuk berkompetisi, maka hari Senin mereka tampil untuk berbagi keindahan sholawat dengan seluruh warga madrasah.

Dari lomba…

menjadi persembahan.

Dari kompetisi…

menjadi inspirasi.

Dan dari panggung…

menuju satu majelis yang lebih khidmat.

CERAMAH YANG TIDAK CUMA “DUDUK, DENGAR, PULANG”

Puncak Maulid juga diisi dengan ceramah keagamaan oleh Bapak Ahmad Musta'in, M.Pd.I.

Yang menarik, sesi ini tidak berhenti pada ceramah satu arah.

Akan ada kuis berhadiah dengan pertanyaan-pertanyaan seputar Maulid Nabi dan kenabian.

Jadi anak-anak tidak hanya duduk mendengarkan.

Mereka juga diajak berpikir.

Mengingat.

Menjawab.

Dan memahami kembali apa yang telah mereka pelajari.

Karena untuk generasi sekarang, pembelajaran yang interaktif sering kali membuat pesan lebih mudah melekat.

Dan mungkin saja…

ada yang pulang membawa hadiah.

Tetapi harapan madrasah tentu lebih besar daripada sekadar hadiah.

Semoga mereka pulang membawa ilmu.

Membawa rasa cinta kepada Rasulullah.

Dan membawa satu-dua pelajaran yang benar-benar mereka ingat dalam kehidupan sehari-hari.

GENERASI SEKARANG: BOLEH FOLLOW TREND, TAPI JANGAN LUPA FOLLOW RASULULLAH

Anak-anak masa kini hidup di zaman yang sangat berbeda.

Mereka tumbuh bersama internet.

Media sosial.

Video pendek.

Game.

Tren yang berubah hampir setiap hari.

Tokoh idola pun datang silih berganti.

Maka ada satu pertanyaan yang terasa semakin relevan:

Siapa yang akan menjadi role model mereka?

Dalam konteks inilah Maulid Nabi menjadi sangat penting.

Sebab anak-anak perlu tahu bahwa sebelum mereka memiliki banyak idola, ada sosok yang jauh lebih layak untuk mereka kenal dan teladani:

Nabi Muhammad SAW.

Bukan berarti anak-anak harus dijauhkan dari perkembangan zaman.

Justru sebaliknya.

Mereka perlu tumbuh menjadi generasi yang melek teknologi, kreatif, percaya diri, berprestasi, tetapi tetap memiliki fondasi iman dan akhlak.

Kalau generasi sekarang akrab dengan istilah:

“follow.”

Maka semoga kita bisa mengajarkan satu follow yang paling penting:

FOLLOW THE PROPHET.

Follow akhlaknya.

Follow sunnahnya.

Follow keteladanannya.

Bukan cuma follow akun.

Tapi follow akhlak.

DARI MI TARBIYATUL BANIN UNTUK GENERASI YANG AKAN DATANG

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MI Tarbiyatul Banin Pekalongan adalah bagian dari ikhtiar madrasah untuk menanamkan nilai keagamaan dan keteladanan Rasulullah kepada peserta didik.

Tahun ini, rangkaiannya kembali hadir dengan wajah yang meriah, tetapi tetap membawa pesan yang dalam.

Lomba menjadi media belajar.

Permainan menjadi media pengalaman.

Sholawat menjadi media cinta.

Rebana menjadi media ekspresi.

Ceramah menjadi media pemahaman.

Kuis menjadi media interaksi.

Dan semuanya bermuara pada satu tujuan:

membentuk generasi yang mengenal siapa Nabinya, memahami ajarannya, mencintai Rasulullah SAW, dan berusaha meneladani akhlaknya.

Sebab madrasah tidak hanya ingin melahirkan anak-anak yang pintar menjawab soal.

Tidak hanya anak-anak yang berani naik panggung.

Tidak hanya anak-anak yang mampu memenangkan perlombaan.

Tetapi juga anak-anak yang ketika kelak tumbuh dewasa mampu berkata:

“Aku mungkin hidup di zaman yang berbeda dari Rasulullah, tetapi aku ingin membawa akhlaknya dalam hidupku.”

Dan mungkin, itulah kemenangan terbesar dari sebuah Maulid.

Bukan ketika hadiah dibagikan.

Bukan pula ketika sorak kemenangan terdengar paling keras.

Tetapi ketika nama Rasulullah semakin dikenal oleh anak-anak, sholawat semakin dekat dengan hati mereka, dan akhlaknya perlahan tumbuh dalam perilaku mereka.

Karena pada akhirnya…

Maulid bukan cuma tentang merayakan kelahiran seorang Nabi.

Maulid adalah tentang bagaimana generasi hari ini belajar mencintai sosok yang telah membawa cahaya bagi umat manusia.

Dari lomba hingga sholawat berjanjen.

Dari kardus hingga kaligrafi.

Dari tawa hingga doa.

Dari panggung hingga majelis.

Semuanya bermuara pada satu cinta:

CINTA KEPADA RASULULLAH MUHAMMAD SAW.

MI Tarbiyatul Banin Pekalongan — Merayakan Maulid dengan cara anak zaman sekarang, menanamkan nilai untuk generasi masa depan.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Semarak Hari Pramuka ke-65 di MI Tarbiyatul Banin Pekalongan: Menanamkan Jiwa Patriot, Disiplin, dan Semangat Berkarya Menuju Indonesia Emas

Pekalongan, 14 Agustus 2026 - Nuansa penuh semangat dan kebersamaan tampak di lingkungan MI Tarbiyatul Banin Pekalongan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kepe

15/08/2026 15:15 - Oleh Admin - Dilihat 39 kali
Dari Latihan hingga Podium Juara: Aldric Wildan Abqory, Kebanggaan Baru MI Tarbiyatul Banin Pekalongan

PEKALONGAN, 9 Agustus 2026 - Ada rasa bangga yang sulit dijelaskan ketika melihat seorang anak berdiri di podium dengan medali emas di dadanya. Bukan semata-mata karena ia berhasil me

10/08/2026 11:01 - Oleh Admin - Dilihat 193 kali
Semangat Pagi Perdana: Mengawali Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal di MI Tarbiyatul Banin

Gerbang Evaluasi Akhir Semester Hari yang dinantikan telah tiba. Lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tarbiyatul Banin Pekalongan, Winong, Pati pada Senin pagi di awal bulan Desember di

01/12/2025 10:45 - Oleh Admin - Dilihat 471 kali
Skak Mat Dengan Gaya! MI Tarbiyatul Banin Geser Standar Madrasah Biasa!!

Siap-Siap Viral! MI Tarbiyatul Banin dan Juara Catur Cilik yang Bikin Netizen Melirik! Pekalongan, 2 Agustus 2025 - Suasana di MI Tarbiyatul Banin beda dari biasanya. Bukan cuma karena

04/08/2025 12:53 - Oleh Admin - Dilihat 1314 kali
MI Tarbiyatul Banin Jadi Arena “Perang Otak” Liga Catur Junior Pati Series 3! Total 88 Peserta Adu Strategi di Papan 64 Bidak!

MI Tarbiyatul Banin Jadi Arena “Perang Otak” Liga Catur Junior Pati Series 3! Total 88 Peserta Adu Strategi di Papan 64 Bidak! Pecatur Cilik Tumplek Blekk di Pekalongan! Ha

02/08/2025 20:09 - Oleh Admin - Dilihat 990 kali
GUNCANG PANGGUNG NASIONAL!

Dari Ruang Kelas ke Panggung Nasional: AILA ZHAFIRA BUKTIKAN SISWI MI BISA MENDUNIA!! AILA ZHAFIRA JUARA 3 PENCAK SILAT TINGKAT NASIONAL! “Bintang tak hanya bersinar di langit

14/07/2025 19:27 - Oleh Admin - Dilihat 1138 kali
Siswa MI Tarbiyatul Banin Borong Medali di Muria Raya Open II

Pati, 28 Desember 2024 – Tim Pencak silat MI Tarbiyatul Banin kembali mengharumkan nama madrasah. Pada ajang Muria Raya Open II yang berlangsung pada tanggal 26-28 Desember 2024

30/12/2024 14:20 - Oleh Admin - Dilihat 918 kali
Pengabdian Tanpa Henti, Meniti Karir dengan Hati di MI Tarbiyatul Banin Pekalongan

mitarbiyatulbanin.sch.id - (Sabtu, 21/12/2024) - Di tengah keramaian dunia yang terus bergerak cepat, ada sosok yang diam-diam mengukir jejak yang mendalam di hati banyak orang. Belia

23/12/2024 19:35 - Oleh Admin - Dilihat 975 kali
Aila dan Afiqah, Bintang Kecil dari Tarbiyatul Banin Bersinar di Kejurnas Pencak Silat

Semarang – Kejurnas Semarang Pencak Silat Open Championship 2024 yang baru saja usai menyisakan cerita manis bagi Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Banin. Dua siswinya, Aila Zhafir

23/12/2024 14:03 - Oleh Admin - Dilihat 976 kali
Muhammad Shaquel El Fathan: Juara 2 Robotik Nasional, Harumkan MI Tarbiyatul Banin

Jepara, 17 Desember 2024 – Muhammad Shaquel El Fathan, nama yang patut dibanggakan. Siswa berbakat ini berhasil meraih juara 2 dalam kategori Brickspeed pada ajang kompetisi rob

17/12/2024 21:23 - Oleh Admin - Dilihat 1089 kali